MAKALAH ILMU DASAR KEPERAWATAN
SISTEM PENCERNAAN
Oleh :
Kelompok 4
Fathul
Alim (111420110059)
Ahmadiya
Udin (111420110052)
M.
Syaifullah Rahman (111420110067)
Moh.
Rijal (111420110075)
Roni
Kurniawan (111420110083)
Bayu Setiawan (111420110091)
PROGRAM STUDI ILMU
KEPERAWATAN
STIKES NGUDIA HUSADA
MADURA
2011
LEMBAR
PERNYATAAN
Dengan ini kami menyatakan bahwa :
Kami mempunyai salinan dari makalah ini yang bisa kami serahkan
ulang jika makalah yang dikumpulkan hilang atau rusak.
Makalah ini adalah hasil karya kami sendiri (kelompok) dan bukan
merupakan karya orang lain kecuali yang telah kami tuliskan dalam referensi,
serta tidak ada seorangpun yang membuatkan makalah ini untuk kami.
Jika dikemudian hari terbukti adanya ketidakjujuran akademik, kami
bersedia mendapatkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
Bangkalan,
Penulis,
Kelompok
4
LEMBAR
PENILAIAN
MAKALAH
DAN PRESENTASI KELOMPOK
FORMAT PENILAIAN
MAKALAH (50 %)
|
No.
|
Aspek yang
dinilai
|
Kriteria penilaian
|
Nil
Max
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Pendahuluan
|
a. Menjelaskan topik,
tujuan dan deskripsi
singkat makalah
b.
Spesifik
|
0-5
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Isi
dan kesimpulan
|
Laporan
lengkap
|
0-20
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Daftar
pustaka
|
a.
Menggunakan aturan
penulisan daftar
pustaka yang baik
dan benar.
b.
Jumlah minimal
referensi: buku (3)
internet (5) dan
jurnal (1)
|
0-5
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Penulisa
makalah
|
a.
Jumlah halaman min.
10 (bab 1- penutup)
b.
Penulisan bahasa
indonesia yang baik
dan benar termasuk
tanda baca.
c.
Logo (5x5)
d.
Penggunaan Theme
font
times new
roman font 12 spasi
1,5
e.
Kertas A4 minimal
70 gram
f. Tehnik mengutip
dari referensi
g. kelengkapan form
penilaian (wajib ada)
|
0-10
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Proses
konsultasi
|
a.
Keaktifan konsultasi
b.
Kemmpuan diskusi
(responsive dan
analisis )
|
0-10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
NILAI TOTAL (max 50)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
KOMENTAR FASILITATOR
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
PRESENTASI KELOMPOK (maksimal 50)
|
NO
|
ASPEK YANG DINILAI
|
Nilai
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Kemampuan
mengemukakan intisari makalah
|
0-10
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Kemampuan
menggunakan media dan IT
|
0-10
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Kemampuan
berdiskusi
(responsif,
analisis)
|
0-30
|
|
|
|
|
|
|
|
NILAI TOTAL
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Nb: Untuk nilai presentasi kelompok,
jika tidak hadir maka nilai otomatis 0. jika ingin menambah nilai, ada
penugasan dari pengampu dengan nilai maksimal 20 (menghadap wajib h+1)
Soft skill yang dinilai selama diskusi :
teamwork, komunikasi
Komentar fasilitator :
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
NO.
|
NAMA
|
NILAI
|
|
1
|
FathulAlim (111420110059)
|
|
|
2
|
AhmadiyaUdin (111420110052)
|
|
|
3
|
M. SyaifullahRahman (111420110067)
|
|
|
4
|
Moh. Rijal (111420110075)
|
|
|
5
|
RoniKurniawan (111420110083)
|
|
|
6
|
BayuSetiawan (111420110091)
|
|
DAFTAR ISI
Lembar pernyataan .............................................................................................................
Lembar penilaian ................................................................................................................
Daftar isi .............................................................................................................................
Bab I Pendahuluan .............................................................................................................
Bab II Isi ............................................................................................................................
Bab III Penutup ..................................................................................................................
Daftar pustaka ....................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem terdiri dari saluran pencernaan
(alimenter), yaitu tuba muskular panjang yang merentang dari mulut sampai
anus,dan organ-organ aksesoris, seperti gigi, lidah. Proses pencernaan makanan
adalah proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana. Sistem
pencernaan berfungsi sebagai penyedia makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh
dan nutrien yang dicerna siap di absorpsi.
1.2
Rumusan
masalah
Ø Terdiri dari apa saja anatomi sistem pencernaan ?
Ø Apa fisiologi sistem pencernaan ?
Ø Bagaimana proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel ?
Ø Hormon-hormon apa saja yang terkait dengan kebutuhan nutris makro
dan mikro ?
1.3
Tujuan
1.3.1
Tujuan
umum
1.
Mengetahui
anatomi sistem penceranaan.
2.
Mengetahui
fisiologi sistem penceranaan.
3.
Mengetahui
proses pemenuhan kebutuhan nutisis sel.
4.
Mengetahui
hormon-hormon yang terkait dengan kebutuihan nutrisi makro dan mikro.
1.3.2
Tujuan
khusus
1.
Menjeslaksan
anatomi sistem pencernaan.
2.
Menjelaskan
fisiologi sistem pencernaan.
3.
Menjelaskan
proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel.
4.
Menjelaskan
hormon-hormon yang terkait dengan kebutuhan ntrisi makro dan mikro.
1.4 Manfaat
1.
Memahami
anatomi sistem pencernaan.
2.
Memahami
fisiologi sistem pencernaan.
3.
Memahami
proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel.
4.
Memahami
hormon-hormon yang terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro.
BAB II
ISI
2.1
Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan
Secara umum,
pencernaan makanan pada manusia akan melalui dua proses, yaitu pencernaan fisik
(mekanis) dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanis merupakan proses
pengubahan molekul kompleks menjadi molekul sederhana secara mekanis, misalnya
penghancuran makanan dengan gigi atau oleh otot lambung. Pencernaan kimiawi
adalah proses pengubahan senyawa organik yang ada dalam bahan makanan dari bentuk
yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.
Sistem pencernaan
berfungsi untuk mengolah bahan makanan menjadi sari makananyang siap diserap
oleh tubuh.
Proses-proses dalam sistem pencernaan meliputi :
1. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.
2. Pemotongan dan penggilingan makanan.
3. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang
menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan.
4. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi
molekul kecil sehingga absorpsi dapat berlangsung.
5. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen
saluran pencernaan kedalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat
digunakan oleh sel tubuh.
6. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak
tercerna, juga bakteri, dalam bentuk feses dari saluran pencernaan.
2.1.1 Mulut
Mulut adalah jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang
berfungsi dalam proses awal pencernaan. Rongga mulut dilapisi oleh sel-sel
epitel pipih. Pada rongga mulut terdapat bibir, pipi, lidah, kelenjar ludah dan
gigi.
1. Bibir tersusun dari otot rangka (orbikularis mulut) dan jaringan ikat. Organ ini berfungsi untuk
menerima makanan dan produksi wicara.
a. Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut,
kelenjar keringat serta kelenjar sebasea.
b. Area transisional memiliki epidermis transparan. Bagian ini tampak merah
karena dilewati banyak kapiler yang dapat terlihat.
c. Permukaan dalam bibir adalah membran mukosa. Bagian frenulum labia
melekatkan membran mukosa pada gusi di garis tengah.
2. Pipi mengandung otot buksinator mastikasi. Lapisan lapisan epitelial pipi
merupakan subjek abrasi dan sel secara konstan terlepas untuk kemudian diganti
dengan sel-sel baru yang membelah dengan cepat.
3. Lidah
Lidah berfungsi menggerakkan makanan saat dikunyah atau ditelan, untuk
pengecapan, dan dalam produksi wicara. Lidah tersusun oleh otot lurik yang
diselubungi oleh selaput mukosa. Tonjolan yang terdapat pada permukaan lidah
disebut papila yang berfungsi sebagai indera pengecap.
4.
Kelenjar saliva
Kelenjar saliva
Kelenjar saliva berfungsi untuk
mensekresi cairan saliva ke dalam rongga oral yang produksinya dapat mencapai
setengah liter hingga satu liter per hari. Ada tiga pasang kelenjar saliva yaitu
:
1) Kelenjar parotis
2) Kelenjar submaksilar (submandibular)
3) Kelenjar sublingualis
Cairan saliva mengandung enzim ptialin (amilase) yang bekerja
pda suasana netral Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa.
Fungsi saliva adalah sebagai berikut:
1) Melarutkan makanan secara kimia.
2) Melembabkan dan melumasi makanan.
3) Mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltosa.
4) Zat antibakteri dan antibodi.
5. Gigi
Pada mulut juga terjadi
pencernaan secara mekanis yang dilakukan oleh gigi.Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mahkota
gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Gigi tumbuh mulai usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (deciduous
teeth) yang jumlahnya adalah 20 gigi kemudian berturut-turut diikuti dengan
tumbuhnya gigi sulung (permanent teeth) yang terdiri atas gigi seri, taring,
dan graham yang jumlahnya 32 buah. Gigi seri (insisor) berfungsi untuk memotong
makanan, gigi taring (caninus) berfungsi untuk menyobek makanan, sedangkan gigi
graham berfungsi untuk mengunyah.
Secara umum gigi berfungsi dalam
proses mastikasi (pengunyahan). Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi
bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan
yang dapat ditelan.
2.1.2 Faring
Faring digunakan sebagai saluran alat
pernafasan. Pada manusia faring juga digunakan sebagai alat artikulasi bunyi.
Pada Faring juga terdapat organ seksual sekunder pada pria atau lebih dikenal
sebagai jakun. Bolus
makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke
pusat menelan dalam medula dan batang otak bagian bawah. Refleks yang terjadi
adalah penutupan semua lubang kecuali esofagus sehingga makanan bisa masuk.
2.1.3 Esofagus (Kerongkongan)
Dari mulut, makanan menuju ke kerongkongan
(esofagus). Kerongkongan berbentuk tabung otot yang panjangnya sekitar 9 sampai
10 inci (25 cm) dan berdiameter 1 inci (2,54 cm). Esofagus berawal pada area
laringofaring, melewati diafragma dan hiatus esofagus (lubang) pada area
sekitar vertebra toraks kesepuluh, dan membuka kearah lambung. Kerongkongan
terdiri atas sepertiga otot lurik dan dua per tiga otot polos. Otot
kerongkongan tersusun secara memanjang dan melingkar sehingga bila terjadi
kontraksi secara bergantian akan terjadi gerak peristaltik membentuk bulatan
makanan yang disebut bolus.
Esofagus menggerakkan makanan dari faring
ke lambung melalui gerak peristalsis. Mukosa esofagus memproduksi sejumlah besar
mukus untuk melumasi dan melindungi esofagus. Esofagus tidak memproduksi enzim
pencernaan.
2.1.4 Lambung
Lambung:
1) Esofagus
2) Kardia
3) Fundus
4) Selaput lendir
5) Otot lapisan
6) Lambung mukosa
7) Tubuh perut
8) Pilorik antrum
9) Pilorus
10) Usus dua belas jari (duodenum)
1) Esofagus
2) Kardia
3) Fundus
4) Selaput lendir
5) Otot lapisan
6) Lambung mukosa
7) Tubuh perut
8) Pilorik antrum
9) Pilorus
10) Usus dua belas jari (duodenum)
Lambung adalah organ berbentuk J, terletak
pada bagian superior kiri rongga abdomen dibawah diafragma. Semua bagian,
kecuali bagian kecil terletak pada bagian kiri garis tengah.
Dinding lambung
tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis
cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti
palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga
memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa
ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut
sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu
perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot,
yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam
lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak
menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung
diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan
pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk
mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.
Bagian-bagian
lambung
·
Bagian jantung lambumg (kardia) adalah
area di sekitar pertemuan esofagus dan lambung (pertemuan gastroesofagus), yamg
terletak disebelah atas dekat hati.
·
Fundus adalah bagian yang menonjol
ke sisi kiri atas mulut esofagus (di tengah).
·
Badan lambung adalah bagian yang
terdilatasi di bawah fundus, yang membentuk dua pertiga bagian lambung. Tepi
medial badan lambung yang konkaf disebut kurvatur kecil, tepi lateral badan
lambung yang konveks disebut kurvatur besar.
·
Bagian pilorus lambung menyempit di
ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Antrum pilorus mengarah ke mulut
pilorus yang dikelilingi sfingter pilorus muskular tebal (dekat usus).
·
Pada daerah diantara kerongkongan
dan lambung terdapat otot melingkar yang disebut spinkter kardia. Spinkter
kardia akan terbuka secara refleks apabila ada makanan yang menuju lambung.
·
Pada bagian pilorus terdapat
spinkter pilorus yang merupakan jalan masuk kim dari lambung ke usus halus.
Gerakan peristaltik menyebabkan spinkter pilorus mengendur dalam waktu yang
sangat singkat sehingga kim dapat masuk ke usus halus secara sedikit demi
sedikit.
Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa,submukosa,dan jaringan muskularis)
beserta modifikasinya.
a) Muskularis eksterna pada pada bagian fundus dan badan lambung mengandung
lapisan otot melintang(oblik) tambahan. Lapisan otot tambahan ini membantu
keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung.
b) Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga
memungkinkan peregangan dinding lambung.ruga terlihat saat lambung kosong dan
akan menghalus saat lambung merenggang terisi makanan.
c) Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada
sekitar 15 juta kelenjar lambung. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai
letaknya,menghasilkan 2 L sampai 3 L cairan lambung.cairan lambung mengandung
enzim-enzim pencernaan,asam klorida,mukus,garam-garam, dan air.
Fungsi lambung
1. Penyimpanan makanan. Kapasitas lambung
normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makanan dan
kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sampai makanan ini dapat
terakomodasi di bagian bawah saluran. Lambung tidak memiliki peran mendasar
dalam kehidupan dan dapat di angkat,asalkan makanan yang dinamakan sedikit
sering.
2. Produksi kimus.Aktivitas lambung
mengakibatkan terbentiknya kimus (massa homogen setengah cairan,berkadar asam
tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya kedalam duodenom.
3. Digesti protein.Lambung memulai digesti
protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida.
4. Produksi mukus.Mukusyang dihasilkan
dari kelenjar membentuk barier setebal 1mm untuk melindungi lambung terhadap
aksi pencernaan dari sekresinya sendiri.
5. Produksi faktor intrinsik
a.
Faktor intrinsik adalah
glikoprotein yang disekresi sel parietal.
b. Vitamin B12 didapat dari makanan
yang dicerna dilambung,terikat pada faktor intrinsik. Kompleks faktor intrinsik
vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus, tempat vitamin B12 diabsorbsi.
6. Absorbsi.Absorbsinutrien yang
berlangsung dalam lambung hanya sedikit. Beberapa obat larut lemak (aspirin)
dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. Zat terlarut dalam air terabsorbsi
dalam jumlah yang tidak jelas.
SEKRESI LAMBUNG
Jenis kelenjar lambung
A.kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung.kelenjar ini hanya
mensekresi mukus.
B.kelenjar fundus (lambbung) terdiri dari 3 jenis sel.
1) Sel chief (zimogenik) mensekresi pepsinogen,prekursor enzim pepsin.kelenjar
ini mensekresi lipase dan renin lambung,yang kurang penting.
2) Sel parietal mensekresi asam klorida (HCL) dan faktor intrinsik.
a. Dalampembuatan HCL,CO2 bergerak kedalam sel untuk
berikatan dengan air dan membentuk asam
karbonat (H2CO3) dalam reaksib yang dikatalis oleh anhidrase karbonit.
b.H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. Ion
dikarbonat keluar dari sel untukb digantikan ion klorida (CL-) dan memasuki
sirkulasi sistemik.
c. Ion hidrogen,bersama
ion klorida,secara aktiv terpompa kedalam lambung.
3).Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua
kelenjar lambung.sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi
lapisan ;lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau aotodigesti.
C. kelenjar pilorus terletak pada regina antrum pilorus. Kelenjar ini
mansekresi mukus dan gastrin, suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam
proses sekresi lambung.
Tiga tahap sekresi lambung
1. Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Masuknya makanan ke
dalam mulut atau tampilan, bau, atau pikiran tentang makanan dapat merangsang
sekresi lambung.
2. Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama
makanan masih ada.
3.
Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus.
Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus.
2.1.5 Intesnium (Usus halus)
Usus halus berupa tabung yang panjangnya sekitar 6-8 meter,
terdiri atas 3 bagian yaitu:
1. Duodenum (usus 12 jari) adalah bagian yang terpendek (25-s30 cm).
2. Yeyunum usus kosong adalah bagian selanjutnya. Panjangnya kurang lebih 1 - 1,5
m.
3. Ileum adalah bagian yang merentang sampai menyatu dengan usus besar yang
panjangnya sekitar 2 - 2,5 m
Fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorbsi kim dari
lambung. Isinya yang cair dijalankan serangkaian gerakan peristaltik yang
cepat. Setiap gerakan lamanya satu sekon dan antara dua gerakan ada istirahat
beberapa sekon. Terdpat juga dua jenis gerakan lain seperti berikut :
1. Gerakan segmental.
2. Gerakan pendulum atau ayunan.
Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk
pencernaan, memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel
absorptif, dan mendorong zat sisa memasuki usus besar, pergerakan ini dipicu
oleh peregangan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO.
1. Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Segmentasi mencampur
kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absorptif.
Gerakan ini adalah gerakan konstraksi dan gerakan relaksasi yang bergantian
dari cincin-cincin otot dinding usus.
2. Peristalsis adalah konstraksi otot polos longitudinal dan sirkular.
Konstraksi ini adalah daya dorong utama yang menggerakkan kimus ke arah bawahdi
sepanjang saluran.
Ada tiga spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus
halus yaitu :
1. Plicae circulares
2. Vili
3. Mikrovili
Kelenjar-kelenjar yang terdapat di usus halus yaitu :
1. Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn). Kelenjar ini mensekresikan
hormon dan enzim.
2. Kelenjar penghasil mukus yang terdiri dari :
a. Sel goblet yang terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. Sel ini
memproduksi mukus pelindung.
b. Kelenjar brunnerterletak dalam submukosa duodenum. Kelenjar ini memproduksi
mukus untuk melindungi mukosa duodenumterhadap kimus asam dan cairan lambung
yang masuk ke pilorus melalui lambung.
Fungsi usus halus :
a. Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan
di lambung. Proses ini ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas
serta dibantu empedu dalam hati.
b. Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti.
2.1.6
Usus besar
Begitu materi dalam saluran pencernaan masuk ke usus besar, sebagian besar
nutrien telah dicerna dan di absorpsikan dan hanya menyisakan zat-zat yang
tidak tercerna. Makanan biasa memerlukan 2-5 hari untuk menempuh ujung saluran
pencernaan yang satu ke ujung lainnya. 2-6 jam di lambung, 6-8 jam di usus
halus, dan sisa waktunya berada di usus besar.
Usus besar tidak memiliki vili,
tidak memiliki plicae circulares (lipatan-lipatan sirkular), dan daya
regangnya lebih besar dibandingkan usus halus.
Katup ileosekal adalah mulut sfringter
antara usus halus dan usus besar. Normalnya katup ini tertutup, dan akan
terbuka untuk merespon gelombang peristaltik.
Di dalam usus besar terdapat
berbagai macam mikroorganisme, diantaranya adalah Escherichia coli yang
hidup pada makanan yang mengandung selulosa. Selain itu, E.Coli diketrahui
juga mampu mensintesis vitamin K dan biotin yang kemidian diserap masuk ke
dalam tubuh melalui dinding kolon. Dengan demikian, di dalam kolon tidak
terjadi pencernaan mekanis maupun kimiawi, yang terjdi adalah penyerapan air
dan pembentukan fesesyang dapat tersimpan selama kurang lebih 24 jam.
Bagian-bagian Usus Besar
·
Sekum
Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup
ileosekal.
·
Kolon
Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rektum. Kolon memiliki
tiga divisi.
1. Kolon asenden (mrngarah ke atas)
2. Kolon transversum (mendatar)
3. Kolon desenden (mengarah ke bawah)
·
Rektum
Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12
sampai 13 cm. Rektum berakhir pada saluran anal dan membuka di saluran
eksterior di anus. Feses yang terbentuk terdorong kje rektum secara peistaltik
dan dikeluarkan melalui anus.
Fungsi usus besar :
1. Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit.
2. Usus besar hanya memproduksi mukus. Sekresinya tidak mengandung enzim atau
hormon pencernaan.
3. Sejumlah bakteri dalam kolon mampu mencerna sejumlah kecil selulosa.
4. Mampu mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses.
2.2 Pemenuhan
Kebutuhan Nutrisi
2.2.1 MAKRONUTRIENT
1.
KARBOHIDRAT
Karbohidrat
memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi
manusia dan hewan yang harganya relative murah. Semuua karbohidrat berasal dari
tumbuh-tumbuhsn. Melalui proses fotosintesis, klorofil tanaman dengan bantuan
sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbondioksida (CO2)
berasal dari udara dan air (H2O)dari tanah. Karbohidrrat yang
dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa. Disamping itu dihasilkan
oksigen (O2) yang lepas di udara.
KLASIFIKASI
Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat
kompleks. Karbohidrat kompleks mempunyai lebih dari dua unit gula sederhana didalam
satu molekul.
Karbohidrat sederhana
Karbohidrat sederhana terdiri
atas:
· Monosakarida
Ø Glukosa
Ø Fruktosa
Ø Galaktosa
Ø Manosa
Ø Pentosa
· Disakarida
Ø Sukrosa
Ø Maltosa
Ø Laktosa
Ø Trehalosa
· Gula alkohol
Ø Sorbitol
Ø Manitol
Ø Dulsitol
Ø Inositol
· Oligosakarida
Ø Refinosa
Ø Stakiosa
Ø Verbaskosa
Ø Fruktan
Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks terdiri
atas :
- polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan monoskarida.
- serat yang dinamakan juga poliskarida nonpati.
· Polisakarida.
Ø Pati
Ø Polisakarida nonpati/serat
FUNGSI
- Sumber energi
- Pemberi rasa manis pada makanan
- Penghemat protein
- Pengatur metabolisme lemak
- Membantu pengeluaran feses
2. LEMAK
Klasifikasi:
A.
Lipid Sederhana
- Lemak Netral (Ester Asam Lemak Dengan Gliserol), sumber:
- Monogliserida
- Digliserida
- Trigliserida
- Ester Asam Lemak Dengan Alkohol Berberat Molekul Tinggi
- Malam
- Ester Sterol
- Ester Nonsterol
- Ester Vitamin A Dan D
B. Lipid Majemuk (Compound Lipids)
- Fosfolipid
- Lipoprotein
C. Lipid Turunan (Derived Lipids)
- Asam Lemak
-
jenuh
-
tak jenuh
- Sterol
-
kolesterol dan ergosterol
-
hormone steroid
-
vitamin D
-
garam empedu
- Lain-lain
-
karotenoid dan vitamin A
-
vitamin E
-
vitamin K
3. PROTEIN
Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan
merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah
protein, setengahnya ada di dalam otot, seperlima ada di dalam tulang dan
tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya di dalam jarigan lain
dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkutan zat-zat gizi dan
arah, matriks intraseluler dan sebagainya adalah protein.
KLASIFIKASI PROTEIN
- Berdasarkan komponen-komponen yang menyusun protein :
- Protein Bersahaja (simple protein). Hasil hidrolisis total protein jenis ini merupakan campuran yang hanya terdiri atas asam-asam amino.
- Protein Kompleks (complex protein, conjugated protein). Hasil hidrolisa total dari protein jenis ini. Selain terdiri atas berbagai jenis asam amino juga terdapat komponen lain miisalnya unsur logam gugusan phosphat dan sebagainya (contoh: hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein, dan sebagainya)
- Protein Derivat (protein derivative).Merupakan ikatan antara (intermediate product) sebagal hasil hidrolisa parsial dari protein native, miisalnya albumosa, peptone dan sebagainya.
- Berdasarkan sumbernya, protein dikiasifikasikan menjadi:
- Protein hewani,yaitu protein dalam bahan makanan yang berasal dan binatang, seperti protein dari daging, protein susu, dan sebagainya.
- Protein nabati adalah protein yang berasal dan bahan makanan turnbuhan, seperti protein dari jagung (zein), dan terigu, dan sebagainya.
- Berdasarkan fungsi fisiologiknya, berhubungan dengañ daya dukungnya bagi pertumbuhan badan dan bagi pemeliharaan jaringan:
- Protein sempurna, bila protein ini sanggup mendukung pertumbuhan badan dan pemeliharaan jaringan.(telur, susu)
- Protein setengah sempurna, bila sanggup mendukung pememiharaan janingan, tetapi tidak dapat mendukung pertumbuhan badan.(daging, ikan)
- Protein tidak sempurna, bila sama sekali tidak sanggup menyokong pertumbuhan badan, maupun pemeliharaan jaringan.(kacang-kacangan, biji-bijian).
- Berdasarkan bentuknya :
- Protein bentuk serabut, terdiri dari beberapa rantai peptida berbentuk spiral yang terjalin satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku. Karakteristiknya adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi dan tahan terhadap enzim pencernaan.
- Protein globular, berbentuk bola, terdapat dalam cairan jaringan tubuh, larut dalam garam dan asam encer, mudah berubah di bawah pengaruh suhu konsentrasi garam dan mudah mengalami denaturasi.
- Protein konjugasi, protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahan nonasam amino(gugus prostetik). Contohnya nukleoprotein, lipoprotein, fosfoprotein, metaloprotein.
FUNGSI PROTEIN
- Pertumbuhan dan pemeliharaan.
- Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
- Mengatur keseimbangan air.
- Memelihara netralitas tubuh.
- Pembentukan antibodi
- Mengangkut zat-zat gizi
- Sumber energi.
2.2.2 MIKRONUTRIENT
1.
VITAMIN
Vitamin adalah zat – zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat
sedikit dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh.
Perbedaan antara vitamin yang larut dalam lemak dan dalam air
|
Vitamin larut lemak
|
Vitamin larut air
|
|
Larut dalam lemak dan pelarut lemak
|
Larut dalam air
|
|
Kelebihan
konsumsi dari yang dibutuhkan disimpan dalam tubuh.
|
Simpanan
sebagai kelebihan kebutuhan sangat sedikit.
|
|
Dikeluarkan
dalam jumlah kecil melalui empedu
|
Dikeluarkan
melalui urin.
|
|
Gejala
defisiensi berkembang lambat.
|
Gejala
defisiensi sering terjadi dengan cepat.
|
|
Tidak selalu
perlu ada dalam makanan sehari – hari.
|
Harus selalu
ada dalam makanan sehari – hari.
|
|
Mempunyai
precursor atau provitamin.
|
Umumnya tidak
mempunyai precursor.
|
|
Hanya
mengandung unsur C,H, dan O.
|
Selain C, H,
dan O juga mengandung N, kadang – kadang S dan Co.
|
|
Diabsorpsi
melalui system limfa.
|
Diabsorpsi
melalui vena porta.
|
|
Hanya
dibutuhkan oleh organisme kompleks.
|
Dibutuhkan
oleh organisme sederhana dan kompleks.
|
|
Beberapa
jenis bersifat toksik pada jumlah relative rendah (6 – 10 x KGA)
|
Bersifat
toksik hanya pada dosis tinggi atau megadosis (> 10 x KGA)
|
VITAMIN YANG LARUT
DALAM LEMAK
- Vitamin A
Vitamin A
merupakan suatu kristal alcohol berwarna kuning dan larut dalam lemak atau
pelarut lemak. Didalam tibuh, vitamin A berfungsi dalam beberapa bentuk ikatan
kimia aktif, yaitu: retinol (bentuk alkohol), retinal (aldehida), dan asam
retinoat (bentuk asam).
Ada dua jenis
vitamin A yaitu vitamin A1 dan A2 yang disebut juga dehydro vitamin A.
Fungsi :
o Penglihatan
Vitamin A berfungsi dalam penglihatan
normal pada cahaya remang.
o Sebagai
pertahanan tubuh
Vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan
tubuh pada manusia dan hewan. o Pertumbuhan dan perkembangan
Vitamin A berpengaruh terhadap sintesis
protein dan banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan pembentukan sel
epitel yang membentuk email dalam pertumbuhan gigi.
o Reproduksi
o Pencegahan
kanker dan penyakit jantung
o Berperan dalam
pembentukan sel darah merah
- Vitamin D
Beberapa jenis
vitamin D yang didapat dari hasil penyinaran beberapa jenis kolesterol dengan
sinar ultraviolet:
· Vitamin D1
· Vitamin D2
· Vitamin D3
· Vitamin D4
Fungsi :
Fungsi umum
vitamin D adalah membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama dengan
vitamin A dan C, hormone – hormone paratiroid dan kalsitonin,protein kolagen
serta mineral – mineral kalsium, fosfor, magnesium dan fluor.
Fungsi
Khususnya adalah membantu pengerasan tulang dengan mengatur Ca dan P tersedia
di dalam darah untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang.
- Vitamin E (ALPHA TOCOPHEROL)
Ada empat jenis
vitamin E yang terdapat dalam makanan dan bertindak sebagai antioksidan yaitu :
·
Vitamin
E1
·
Vitamin
E2
·
Vitamin
E3
·
Vitamin
E4
Yang membedakannya adalah jumlah dan posisi
gugus metal pada struktur cincin.
Fungsi :
Fungsi utama
vitamin E adalah sebagai yang antioksidan yang larut dalam lemak dan mudah
memberikan hydrogen dari gugus hydroksil (OH) pada struktur cincin ke readikal
bebas dan melindungi asam lemak tidak jenuh ganda dan komponen membrane sel
lain dari oksidasi radikal bebas.
Fungsi lain
vitamin E yang tidak berkaitan dengan antioksidan ialah fungsi structural dalam
memelihara integritas membrane sel. Sintesis DNA. Merangsang reaksi kekebalan. Mencegah
penyakit jantung koroner. Mencegah keguguran dan sterilisasi. Mencegah gangguan
menstruasi
- Vitamin K
Vitamin K
terdapat di alam dalam dua bentuk, keduanya terdiri atas cincin 2-metilnaftakinon.
Vitamin K cukup tahan terhadap panas namun tidak tahan terhadap alkali dan
cahaya.
Fungsi :
Fungsi vitamin
K berperan dalam proses sintesis protrombin yang diperlukan dalam pembekuan
darah, pentranspor electron dalam didalam proses redoks didalam jaringan.
Merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam
glutamate (glu) menjadi gama – karboksiglutamat (gla).
VITAMIN LARUT AIR
- Vitamin C
Beberapa
turunan vitamin C digunakan sebagai antioksidan di dalam industri pangan untuk
mencegah proses menjadi tengik, perubahan warna pada buah-buahan, dan untuk
mengawetkan daging.
·
Vitamin B1 (tiamin)
Tiamin
dibutuhkan untuk dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil KoA dan
memungkinkan masuknya substrat yang dapat dioksidasi ke dalam siklus Krebs
untuk pembentukan energi. Peranan utamanya adalah dalam metabolisme
karbohidrat.
·
Vitamin B2 (riboflavin)
Ribovlavin
terdapat luas dalam makanan hewani dan nabati, yaitu dalam susu, keju, hati,
daging, dan sayuran hijau.
- Niasin (asam nikotinat)
Nikotinamida
berfungsi dalam tubuh sebagai bagian koenzim NAD dan NADP yang diperlukan dalam
reaksi oksidasi-reduksi pada glikolisis, metabolisme protein, asam lemak,
pernapasan sel dan detoksifikasi, di mana peranannya adalah melepas dan
menerima atom hidrogen. NAD juga berfungsi dalam sintesis glikogen.
- Biotin
Biotin
berfungsi sebagai koenzim pada reaksi-reaksi yang menyangkut penambahan atau
pengeluaran karbondioksida kepada atau dari senyawa aktif.
·
Asam Pantotenat
Sebagai bagian
dari asetil KoA, asam pantotenat terlibat dalam berbagai reaksi yang berkaitan
dengan metabolisme karbohidrat dan lipida, termasuk sintesis dan pemecahan asam
lemak. Asam pantotenat terlibat pula dalam sintesis hormon steroid, kolesterol,
fosfolipid dan porfirin yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.
·
Vitamin B6 (piridoksin, piridoksal,
piridoksamin)
Piridoksin hidroklorida
adalah bentuk sintetik yang digunakan sebagai obat. Dalam keadaan
difosforilasi, vitamin B6 berperan sebagai koenzim berupa piridoksal fosfat
(PLP) dan piridoksamin fosfat (PMP) dalam berbagai reaksi transaminasi.
·
Folat (asam folat, folasin, pteoril
monoglutamat)
Folat terutama
terdapat di dalam sayuran hijau, hati, daging tanpa lemak, serealia utuh,
biji-bijian, kacang-kacangan, dan jeruk. Bahan makanan yang tidak banyak
mengandung folat adalah susu, telur, umbi-umbian, dan buah, kecuali jeruk.
- Vitamin B12 (kobalamin)
Vitamin B12
diperlukan untuk mengubah folat menjadi bentuk aktif, dan dalam fungsi normal
metabolisme semua sel, terutama sel-sel saluran cerna, sumsum tulang, dan
jaringan saraf.
3. MINERAL
Tubuh tidak
mampu mensintesa mineral sehingga unsure-unsur ini harus disediakan lewat
makanan (essensial).Diperlukan dalam jumlah
sedikit sekali (trace element).
Mineral dan sumbernya:
- Kalsium (Ca)
- Besi (Fe)
- Iodium (I)
2.2
Hormon-hormon
yang Mengatur Pencernaan
a.
Gastrin
Gastrin
diproduksi di dinding lambung, distumulus untuk memproduksi makanan dalam
lambung. Pengaruh hormon ini dalam mengatur pencernaan sebagai perangsang
sekresi terus menerusmpada getah lambung.
b.
Enterogastron (sekretin)
Sekretin distimulus
untuk produksi bubur makanan (chime) asam dalam duodenum. Pengaruh hormon ini
dalam proses pencernaan yaitu merangsang pankreas untuk mengeluarkan
bikarbonat, yang menetralkan bubur makanan (chime) asam dalam duodenum.
c.
Cholecytokinin (CCK)
Cholecytokinin
(CCK) diproduksi di dinding duodenum. Distimulus untuk produksi asam amino atau
asam lemak dalam chime. Pengaruhnya untuk merangsang pankreas mengeluarkan
enzim pankreas ke dalam usus halus, merangsang kantung empedu untuk
berkontraksi, yang mengeluarkan empedu dalam usus halus.
d.
Enterogastron
Tempat produksi
dinding duodenum. Distimulus untuk produksi chime dalam duodenum. Pengaruhnya
menghamba peristalsis (memperlambat) masuknya makanan dalam usus halus).
BAB III
KESIMPULAN
Setelah
membahas sistem pencernaan makanan dan proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel
beserta fungsinya kelompok kami menyimpulkan betapa pentingnya saluran
pencernaan yang terhadap di dalam tubuh kita dan betapa pentingnya kita
memenuhi asupan kebutuhan nutrisi kita terhadap energi yang akan kita dapat dan
digunakan dalam aktifitas sehari-hari. Jagalahpola
makan dan kesehatan saluran pencernaan kita sebaik mungkin.
DAFTAR PUSTAKA
Jati,wijaya.
2007. Aktif Biologi Pelajaran Biologi untuk SMA/MA. Ganeca Exact,
Jakarta.
Sloane, Ethel.
2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. EGC, Jakarta.
Pearce, Evelyn.
2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. PT Gramedia, Jakarta.
Wikipedia.
2011. Faring. http://id.wikipedia.org/wiki/Faring. Diakses pada
tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:32.
Wikipedia.
2010. Mulut. http://id.wikipedia.org/wiki/Mulut. Diakses pada
tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:35.
Wikipedia. 2010.
Esofagus. http://id.wikipedia.org/wiki/Esofagus. Diakses
pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:35.
Wikipedia. 2010.
Lambung. http://id.wikipedia.org/wiki/Lambung. Diakses pada
tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:36.
Wikipedia. 2009.
Usus halus. http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_halus. Diakses pada
tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:36.
Wikipedia. 2009.
Usus besar. http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_besar. Diakses pada
tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:37.
Arobiansyah. 2008. Asuhan keperawatan
kebutuhan nutrisi. http://athearobiansyah.blogspot.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhan-nutrisi_25.html. Diakses pada tanggal 24Oktober 2011 pukul 14:51.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar