Rabu, 30 Mei 2012

Sistem pencernaan


MAKALAH ILMU DASAR KEPERAWATAN
SISTEM PENCERNAAN

 










Oleh :
Kelompok 4
Fathul Alim                            (111420110059)
Ahmadiya Udin                     (111420110052)
M. Syaifullah Rahman         (111420110067)
Moh. Rijal                              (111420110075)
Roni Kurniawan                   (111420110083)
Bayu Setiawan                       (111420110091)




PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKES NGUDIA HUSADA MADURA
2011

LEMBAR PERNYATAAN


Dengan ini kami menyatakan bahwa :
Kami mempunyai salinan dari makalah ini yang bisa kami serahkan ulang jika makalah yang dikumpulkan hilang atau rusak.
Makalah ini adalah hasil karya kami sendiri (kelompok) dan bukan merupakan karya orang lain kecuali yang telah kami tuliskan dalam referensi, serta tidak ada seorangpun yang membuatkan makalah ini untuk kami.
Jika dikemudian hari terbukti adanya ketidakjujuran akademik, kami bersedia mendapatkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.







Bangkalan,
Penulis,



Kelompok 4

LEMBAR PENILAIAN
MAKALAH DAN PRESENTASI KELOMPOK

FORMAT PENILAIAN MAKALAH (50 %)
No.
Aspek yang dinilai
Kriteria penilaian
Nil
Max







1.
Pendahuluan
a. Menjelaskan topik,
    tujuan dan deskripsi
    singkat makalah
b. Spesifik
0-5






2.
Isi dan kesimpulan
Laporan lengkap
0-20






3.
Daftar pustaka
a. Menggunakan aturan
    penulisan daftar
    pustaka yang baik
    dan benar.
b. Jumlah minimal
    referensi: buku (3)
    internet (5) dan
    jurnal (1)

0-5






4.
Penulisa makalah
a. Jumlah halaman min.
    10 (bab 1- penutup)
b. Penulisan bahasa
    indonesia yang baik
    dan benar termasuk
    tanda baca.
c. Logo (5x5)
d. Penggunaan Theme
     font  times new
     roman font 12 spasi 
     1,5
e. Kertas A4 minimal
    70 gram
f.  Tehnik mengutip
     dari referensi
g.  kelengkapan form
     penilaian (wajib ada)
0-10






5.
Proses konsultasi
a. Keaktifan konsultasi
b. Kemmpuan diskusi
    (responsive dan
     analisis )
0-10







NILAI TOTAL (max 50)









KOMENTAR FASILITATOR

......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


PRESENTASI KELOMPOK (maksimal 50)

NO
ASPEK YANG DINILAI
Nilai






1.
Kemampuan mengemukakan intisari makalah
0-10






2.
Kemampuan menggunakan media dan IT
0-10






3.
Kemampuan berdiskusi
(responsif, analisis)
0-30







NILAI TOTAL







Nb: Untuk nilai presentasi kelompok, jika tidak hadir maka nilai otomatis 0. jika ingin menambah nilai, ada penugasan dari pengampu dengan nilai maksimal 20 (menghadap wajib h+1)
Soft skill yang dinilai selama diskusi : teamwork, komunikasi
Komentar fasilitator :
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................



NO.
NAMA
NILAI
1
FathulAlim                         (111420110059)

2
AhmadiyaUdin                 (111420110052)

3
M. SyaifullahRahman    (111420110067)

4
Moh. Rijal                           (111420110075)

5
RoniKurniawan                 (111420110083)

6
BayuSetiawan                   (111420110091)




DAFTAR ISI


Lembar pernyataan .............................................................................................................
Lembar penilaian ................................................................................................................
Daftar isi .............................................................................................................................
Bab I Pendahuluan .............................................................................................................
Bab II Isi ............................................................................................................................
Bab III Penutup ..................................................................................................................
Daftar pustaka ....................................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Sistem terdiri dari saluran pencernaan (alimenter), yaitu tuba muskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus,dan organ-organ aksesoris, seperti gigi, lidah. Proses pencernaan makanan adalah proses pemecahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana. Sistem pencernaan berfungsi sebagai penyedia makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh dan nutrien yang dicerna siap di absorpsi.

1.2  Rumusan masalah
Ø Terdiri dari apa saja anatomi sistem pencernaan ?
Ø Apa fisiologi sistem pencernaan ?
Ø Bagaimana proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel ?
Ø Hormon-hormon apa saja yang terkait dengan kebutuhan nutris makro dan mikro ?

1.3  Tujuan
1.3.1        Tujuan umum
1.    Mengetahui anatomi sistem penceranaan.
2.    Mengetahui fisiologi sistem penceranaan.
3.    Mengetahui proses pemenuhan kebutuhan nutisis sel.
4.    Mengetahui hormon-hormon yang terkait dengan kebutuihan nutrisi makro dan mikro.
1.3.2        Tujuan khusus
1.    Menjeslaksan anatomi sistem pencernaan.
2.    Menjelaskan fisiologi sistem pencernaan.
3.    Menjelaskan proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel.
4.    Menjelaskan hormon-hormon yang terkait dengan kebutuhan ntrisi makro dan mikro.

1.4  Manfaat
1.    Memahami anatomi sistem pencernaan.
2.    Memahami fisiologi sistem pencernaan.
3.    Memahami proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel.
4.    Memahami hormon-hormon yang terkait dengan kebutuhan nutrisi makro dan mikro.


BAB II
ISI

2.1 Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan
          Secara umum, pencernaan makanan pada manusia akan melalui dua proses, yaitu pencernaan fisik (mekanis) dan pencernaan kimiawi. Pencernaan mekanis merupakan proses pengubahan molekul kompleks menjadi molekul sederhana secara mekanis, misalnya penghancuran makanan dengan gigi atau oleh otot lambung. Pencernaan kimiawi adalah proses pengubahan senyawa organik yang ada dalam bahan makanan dari bentuk yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim.
          Sistem pencernaan berfungsi untuk mengolah bahan makanan menjadi sari makananyang siap diserap oleh tubuh.
Proses-proses dalam sistem pencernaan meliputi :
1. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.
2. Pemotongan dan penggilingan makanan.
3. Peristalsis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan.
4. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil sehingga absorpsi dapat berlangsung.
5. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan kedalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh sel tubuh.
6. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga bakteri, dalam bentuk feses dari saluran pencernaan.


2.1.1 Mulut
            Mulut adalah jalan masuk menuju sistem pencernaan dan berisi organ aksesori yang berfungsi dalam proses awal pencernaan. Rongga mulut dilapisi oleh sel-sel epitel pipih. Pada rongga mulut terdapat bibir, pipi, lidah, kelenjar ludah dan gigi.
1.      Bibir tersusun dari otot rangka (orbikularis mulut)  dan jaringan ikat. Organ ini berfungsi untuk menerima makanan dan produksi wicara.
a.       Permukaan luar bibir dilapisi kulit yang mengandung folikel rambut, kelenjar keringat serta kelenjar sebasea.
b.      Area transisional memiliki epidermis transparan. Bagian ini tampak merah karena dilewati banyak kapiler yang dapat terlihat.
c.       Permukaan dalam bibir adalah membran mukosa. Bagian frenulum labia melekatkan membran mukosa pada gusi di garis tengah.

2.      Pipi mengandung otot buksinator mastikasi. Lapisan lapisan epitelial pipi merupakan subjek abrasi dan sel secara konstan terlepas untuk kemudian diganti dengan sel-sel baru yang membelah dengan cepat.







3.      Lidah


Lidah berfungsi menggerakkan makanan saat dikunyah atau ditelan, untuk pengecapan, dan dalam produksi wicara. Lidah tersusun oleh otot lurik yang diselubungi oleh selaput mukosa. Tonjolan yang terdapat pada permukaan lidah disebut papila yang berfungsi sebagai indera pengecap.

4.     
Kelenjar saliva

     Kelenjar saliva berfungsi untuk mensekresi cairan saliva ke dalam rongga oral yang produksinya dapat mencapai setengah liter hingga satu liter per hari. Ada tiga pasang kelenjar saliva yaitu :
1)      Kelenjar parotis
2)      Kelenjar submaksilar (submandibular)
3)      Kelenjar sublingualis
     Cairan saliva mengandung enzim ptialin (amilase) yang bekerja pda suasana netral Enzim ini berfungsi untuk mengubah amilum menjadi maltosa.
     Fungsi saliva adalah sebagai berikut:
1)      Melarutkan makanan secara kimia.
2)      Melembabkan dan melumasi makanan.
3)      Mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltosa.
4)      Zat antibakteri dan antibodi.

5.      Gigi

     Pada mulut juga terjadi pencernaan secara mekanis yang dilakukan oleh gigi.Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu: Mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Gigi tumbuh mulai usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (deciduous teeth) yang jumlahnya adalah 20 gigi kemudian berturut-turut diikuti dengan tumbuhnya gigi sulung (permanent teeth) yang terdiri atas gigi seri, taring, dan graham yang jumlahnya 32 buah. Gigi seri (insisor) berfungsi untuk memotong makanan, gigi taring (caninus) berfungsi untuk menyobek makanan, sedangkan gigi graham berfungsi untuk mengunyah.

     Secara umum gigi berfungsi dalam proses mastikasi (pengunyahan). Makanan yang masuk dalam mulut dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan bercampur dengan saliva untuk membentuk bolus makanan yang dapat ditelan.

2.1.2 Faring


     Faring digunakan sebagai saluran alat pernafasan. Pada manusia faring juga digunakan sebagai alat artikulasi bunyi. Pada Faring juga terdapat organ seksual sekunder pada pria atau lebih dikenal sebagai jakun. Bolus makanan dalam faring merangsang reseptor orofaring yang mengirim impuls ke pusat menelan dalam medula dan batang otak bagian bawah. Refleks yang terjadi adalah penutupan semua lubang kecuali esofagus sehingga makanan bisa masuk.


2.1.3 Esofagus (Kerongkongan)


     Dari mulut, makanan menuju ke kerongkongan (esofagus). Kerongkongan berbentuk tabung otot yang panjangnya sekitar 9 sampai 10 inci (25 cm) dan berdiameter 1 inci (2,54 cm). Esofagus berawal pada area laringofaring, melewati diafragma dan hiatus esofagus (lubang) pada area sekitar vertebra toraks kesepuluh, dan membuka kearah lambung. Kerongkongan terdiri atas sepertiga otot lurik dan dua per tiga otot polos. Otot kerongkongan tersusun secara memanjang dan melingkar sehingga bila terjadi kontraksi secara bergantian akan terjadi gerak peristaltik membentuk bulatan makanan yang disebut bolus.
     Esofagus menggerakkan makanan dari faring ke lambung melalui gerak peristalsis. Mukosa esofagus memproduksi sejumlah besar mukus untuk melumasi dan melindungi esofagus. Esofagus tidak memproduksi enzim pencernaan.

2.1.4 Lambung

Lambung:
1) Esofagus
2) Kardia
3) Fundus
4) Selaput lendir
5) Otot lapisan
6) Lambung mukosa
7) Tubuh perut
8) Pilorik antrum
9) Pilorus
10) Usus dua belas jari (duodenum)
     Lambung adalah organ berbentuk J, terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen dibawah diafragma. Semua bagian, kecuali bagian kecil terletak pada bagian kiri garis tengah.
     Dinding lambung tersusun menjadi empat lapisan, yakni mucosa, submucosa, muscularis, dan serosa. Mucosa ialah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon. Lapisan ini berbentuk seperti palung untuk memperbesar perbandingan antara luas dan volume sehingga memperbanyak volume getah lambung yang dapat dikeluarkan. Submucosa ialah lapisan dimana pembuluh darah arteri dan vena dapat ditemukan untuk menyalurkan nutrisi dan oksigen ke sel-sel perut sekaligus untuk membawa nutrisi yang diserap, urea, dan karbon dioksida dari sel-sel tersebut. Muscularis adalah lapisan otot yang membantu perut dalam pencernaan mekanis. Lapisan ini dibagi menjadi 3 lapisan otot, yakni otot melingkar, memanjang, dan menyerong. Kontraksi dan ketiga macam lapisan otot tersebut mengakibatkan gerak peristaltik (gerak menggelombang). Gerak peristaltik menyebabkan makanan di dalam lambung diaduk-aduk. Lapisan terluar yaitu serosa berfungsi sebagai lapisan pelindung perut. Sel-sel di lapisan ini mengeluarkan sejenis cairan untuk mengurangi gaya gesekan yang terjadi antara perut dengan anggota tubuh lainnya.
Bagian-bagian lambung
·         Bagian jantung lambumg (kardia) adalah area di sekitar pertemuan esofagus dan lambung (pertemuan gastroesofagus), yamg terletak disebelah atas dekat hati.
·         Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofagus (di tengah).
·         Badan lambung adalah bagian yang terdilatasi di bawah fundus, yang membentuk dua pertiga bagian lambung. Tepi medial badan lambung yang konkaf disebut kurvatur kecil, tepi lateral badan lambung yang konveks disebut kurvatur besar.
·         Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang dikelilingi sfingter pilorus muskular tebal (dekat usus).
·         Pada daerah diantara kerongkongan dan lambung terdapat otot melingkar yang disebut spinkter kardia. Spinkter kardia akan terbuka secara refleks apabila ada makanan yang menuju lambung.
·         Pada bagian pilorus terdapat spinkter pilorus yang merupakan jalan masuk kim dari lambung ke usus halus. Gerakan peristaltik menyebabkan spinkter pilorus mengendur dalam waktu yang sangat singkat sehingga kim dapat masuk ke usus halus secara sedikit demi sedikit.
Ada tiga lapisan jaringan dasar (mukosa,submukosa,dan jaringan muskularis) beserta modifikasinya.
a)      Muskularis eksterna pada pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot melintang(oblik) tambahan. Lapisan otot tambahan ini membantu keefektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung.
b)      Mukosa membentuk lipatan-lipatan (ruga) longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung.ruga terlihat saat lambung kosong dan akan menghalus saat lambung merenggang terisi makanan.
c)      Ada kurang lebih 3 juta pit lambung di antara ruga-ruga yang bermuara pada sekitar 15 juta kelenjar lambung. Kelenjar lambung yang dinamakan sesuai letaknya,menghasilkan 2 L sampai 3 L cairan lambung.cairan lambung mengandung enzim-enzim pencernaan,asam klorida,mukus,garam-garam, dan air.


Fungsi lambung
1.    Penyimpanan makanan. Kapasitas lambung normal memungkinkan adanya interval waktu yang panjang antara saat makanan dan kemampuan menyimpan makanan dalam jumlah besar sampai makanan ini dapat terakomodasi di bagian bawah saluran. Lambung tidak memiliki peran mendasar dalam kehidupan dan dapat di angkat,asalkan makanan yang dinamakan sedikit sering.
2.    Produksi kimus.Aktivitas lambung mengakibatkan terbentiknya kimus (massa homogen setengah cairan,berkadar asam tinggi yang berasal dari bolus) dan mendorongnya kedalam duodenom.
3.    Digesti protein.Lambung memulai digesti protein melalui sekresi tripsin dan asam klorida.
4.    Produksi mukus.Mukusyang dihasilkan dari kelenjar membentuk barier setebal 1mm untuk melindungi lambung terhadap aksi pencernaan dari sekresinya sendiri.
5.    Produksi faktor intrinsik
a.    Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang disekresi sel parietal.
b.    Vitamin  B12 didapat dari makanan yang dicerna dilambung,terikat pada faktor intrinsik. Kompleks faktor intrinsik vitamin B12 dibawa ke ileum usus halus, tempat vitamin B12 diabsorbsi.
6.  Absorbsi.Absorbsinutrien yang berlangsung dalam lambung hanya sedikit. Beberapa obat larut lemak (aspirin) dan alkohol diabsorbsi pada dinding lambung. Zat terlarut dalam air terabsorbsi dalam jumlah yang tidak jelas.
SEKRESI LAMBUNG
Jenis kelenjar lambung
A.kelenjar jantung ditemukan di regia mulut jantung.kelenjar ini hanya mensekresi mukus.
B.kelenjar fundus (lambbung) terdiri dari 3 jenis sel.
1)    Sel chief (zimogenik) mensekresi pepsinogen,prekursor enzim pepsin.kelenjar ini mensekresi lipase dan renin lambung,yang kurang penting.
2)    Sel parietal mensekresi asam klorida (HCL) dan faktor intrinsik.
a. Dalampembuatan HCL,CO2 bergerak kedalam sel untuk berikatan dengan air dan  membentuk asam karbonat (H2CO3) dalam reaksib yang dikatalis oleh anhidrase karbonit.
b.H2CO3 terionisasi untuk membentuk H+ dan HCO3-. Ion dikarbonat keluar dari sel untukb digantikan ion klorida (CL-) dan memasuki sirkulasi sistemik.
c. Ion hidrogen,bersama ion klorida,secara aktiv terpompa kedalam lambung.

3).Sel leher mukosa ditemukan pada bagian leher semua kelenjar lambung.sel ini mensekresi barier mukus setebal 1 mm dan melindungi lapisan ;lambung terhadap kerusakan oleh HCL atau aotodigesti.
C. kelenjar pilorus terletak pada regina antrum pilorus. Kelenjar ini mansekresi mukus dan gastrin, suatu hormon peptida yang berpengaruh besar dalam proses sekresi lambung.
Tiga tahap sekresi lambung
1.      Tahap sefalik terjadi sebelum makanan mencapai lambung. Masuknya makanan ke dalam mulut atau tampilan, bau, atau pikiran tentang makanan dapat merangsang sekresi lambung.
2.      Tahap lambung terjadi saat makanan mencapai lambung dan berlangsung selama makanan masih ada.
3.     
Tahap usus terjadi setelah kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus.
2.1.5 Intesnium (Usus halus)

          Usus halus berupa tabung yang panjangnya sekitar 6-8 meter, terdiri atas 3 bagian yaitu:
1.      Duodenum (usus 12 jari) adalah bagian yang terpendek (25-s30 cm).
2.      Yeyunum usus kosong adalah bagian selanjutnya. Panjangnya kurang lebih 1 - 1,5 m.
3.      Ileum adalah bagian yang merentang sampai menyatu dengan usus besar yang panjangnya sekitar 2 - 2,5 m
     Fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorbsi kim dari lambung. Isinya yang cair dijalankan serangkaian gerakan peristaltik yang cepat. Setiap gerakan lamanya satu sekon dan antara dua gerakan ada istirahat beberapa sekon. Terdpat juga dua jenis gerakan lain seperti berikut :
1.      Gerakan segmental.
2.      Gerakan pendulum atau ayunan.
     Gerakan usus halus mencampur isinya dengan enzim untuk pencernaan, memungkinkan produk akhir pencernaan mengadakan kontak dengan sel absorptif, dan mendorong zat sisa memasuki usus besar, pergerakan ini dipicu oleh peregangan dan secara refleks dikendalikan oleh SSO.
1.      Segmentasi irama adalah gerakan pencampuran utama. Segmentasi mencampur kimus dengan cairan pencernaan dan memaparkannya ke permukaan absorptif. Gerakan ini adalah gerakan konstraksi dan gerakan relaksasi yang bergantian dari cincin-cincin otot dinding usus.
2.      Peristalsis adalah konstraksi otot polos longitudinal dan sirkular. Konstraksi ini adalah daya dorong utama yang menggerakkan kimus ke arah bawahdi sepanjang saluran.
Ada tiga spesialisasi struktural yang memperluas permukaan absorptif usus halus yaitu :
1.      Plicae circulares
2.      Vili
3.      Mikrovili
Kelenjar-kelenjar yang terdapat di usus halus yaitu :
1.      Kelenjar-kelenjar usus (kripta lieberkuhn). Kelenjar ini mensekresikan hormon dan enzim.
2.      Kelenjar penghasil mukus yang terdiri dari :
a.    Sel goblet yang terletak dalam epitelium di sepanjang usus halus. Sel ini memproduksi mukus pelindung.
b.    Kelenjar brunnerterletak dalam submukosa duodenum. Kelenjar ini memproduksi mukus untuk melindungi mukosa duodenumterhadap kimus asam dan cairan lambung yang masuk ke pilorus melalui lambung.
Fungsi usus halus :                                                                                     
a.    Usus halus mengakhiri proses pencernaan makanan yang dimulai di mulut dan di lambung. Proses ini ini diselesaikan oleh enzim usus dan enzim pankreas serta dibantu empedu dalam hati.
b.    Usus halus secara selektif mengabsorpsi produk digesti.

2.1.6        Usus besar

     Begitu materi dalam saluran pencernaan masuk ke usus besar, sebagian besar nutrien telah dicerna dan di absorpsikan dan hanya menyisakan zat-zat yang tidak tercerna. Makanan biasa memerlukan 2-5 hari untuk menempuh ujung saluran pencernaan yang satu ke ujung lainnya. 2-6 jam di lambung, 6-8 jam di usus halus, dan sisa waktunya berada di usus besar.
   Usus besar tidak memiliki vili, tidak memiliki plicae circulares (lipatan-lipatan sirkular), dan daya regangnya lebih besar dibandingkan usus halus.
   Katup ileosekal adalah mulut sfringter antara usus halus dan usus besar. Normalnya katup ini tertutup, dan akan terbuka untuk merespon gelombang peristaltik.
   Di dalam usus besar terdapat berbagai macam mikroorganisme, diantaranya adalah Escherichia coli yang hidup pada makanan yang mengandung selulosa. Selain itu, E.Coli diketrahui juga mampu mensintesis vitamin K dan biotin yang kemidian diserap masuk ke dalam tubuh melalui dinding kolon. Dengan demikian, di dalam kolon tidak terjadi pencernaan mekanis maupun kimiawi, yang terjdi adalah penyerapan air dan pembentukan fesesyang dapat tersimpan selama kurang lebih 24 jam.
Bagian-bagian Usus Besar
·    Sekum
Sekum adalah kantong tertutup yang menggantung di bawah area katup ileosekal.
·    Kolon
Kolon adalah bagian usus besar dari sekum sampai rektum. Kolon memiliki tiga divisi.
1.      Kolon asenden (mrngarah ke atas)
2.      Kolon transversum (mendatar)
3.      Kolon desenden (mengarah ke bawah)
·    Rektum
Rektum adalah bagian saluran pencernaan selanjutnya dengan panjang 12 sampai 13 cm. Rektum berakhir pada saluran anal dan membuka di saluran eksterior di anus. Feses yang terbentuk terdorong kje rektum secara peistaltik dan dikeluarkan melalui anus.
Fungsi usus besar :
1. Mengabsorpsi 80% sampai 90% air dan elektrolit.
2. Usus besar hanya memproduksi mukus. Sekresinya tidak mengandung enzim atau hormon pencernaan.
3. Sejumlah bakteri dalam kolon mampu mencerna sejumlah kecil selulosa.
4. Mampu mengekskresi zat sisa dalam bentuk feses.

2.2 Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
2.2.1 MAKRONUTRIENT
1.    KARBOHIDRAT
Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya relative murah. Semuua karbohidrat berasal dari tumbuh-tumbuhsn. Melalui proses fotosintesis, klorofil tanaman dengan bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbondioksida (CO2) berasal dari udara dan air (H2O)dari tanah. Karbohidrrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa. Disamping itu dihasilkan oksigen (O2) yang lepas di udara.
KLASIFIKASI
Karbohidrat yang penting dalam ilmu gizi dibagi dalam dua golongan yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks mempunyai lebih dari dua unit gula sederhana didalam satu molekul.
Karbohidrat sederhana
Karbohidrat sederhana terdiri atas:
·      Monosakarida
Ø  Glukosa
Ø  Fruktosa
Ø  Galaktosa
Ø  Manosa
Ø  Pentosa
·      Disakarida
Ø  Sukrosa
Ø  Maltosa
Ø  Laktosa
Ø  Trehalosa
·      Gula alkohol
Ø  Sorbitol
Ø  Manitol
Ø  Dulsitol
Ø  Inositol
·      Oligosakarida
Ø  Refinosa
Ø  Stakiosa
Ø  Verbaskosa
Ø  Fruktan
Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks terdiri atas :
  1. polisakarida yang terdiri atas lebih dari dua ikatan monoskarida.
  2. serat yang dinamakan juga poliskarida nonpati.
·      Polisakarida.
Ø  Pati
Ø  Polisakarida nonpati/serat
FUNGSI
  1. Sumber energi
  1. Pemberi rasa manis pada makanan
  1. Penghemat protein
  1. Pengatur metabolisme lemak
  1. Membantu pengeluaran feses
2.    LEMAK
Klasifikasi:
A. Lipid Sederhana
  1. Lemak Netral (Ester Asam Lemak Dengan Gliserol), sumber:
- Monogliserida
- Digliserida
- Trigliserida
  1. Ester Asam Lemak Dengan Alkohol Berberat Molekul Tinggi
- Malam
- Ester Sterol
- Ester Nonsterol
- Ester Vitamin A Dan D

B. Lipid Majemuk (Compound Lipids)
  1. Fosfolipid
  2. Lipoprotein
C. Lipid Turunan (Derived Lipids)
  1. Asam Lemak
- jenuh
- tak jenuh
  1. Sterol
- kolesterol dan ergosterol
- hormone steroid
- vitamin D
- garam empedu
  1. Lain-lain
- karotenoid dan vitamin A
- vitamin E
- vitamin K

3.    PROTEIN
Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, setengahnya ada di dalam otot, seperlima ada di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya di dalam jarigan lain dan cairan tubuh. Semua enzim, berbagai hormon, pengangkutan zat-zat gizi dan arah, matriks intraseluler dan sebagainya adalah protein.
KLASIFIKASI PROTEIN
  • Berdasarkan komponen-komponen yang menyusun protein :
  1. Protein Bersahaja (simple protein). Hasil hidrolisis total protein jenis ini merupakan campuran yang hanya terdiri atas asam-asam amino.
  2. Protein Kompleks (complex protein, conjugated protein). Hasil hidrolisa total dari protein jenis ini. Selain terdiri atas berbagai jenis asam amino juga terdapat komponen lain miisalnya unsur logam gugusan phosphat dan sebagainya (contoh: hemoglobin, lipoprotein, glikoprotein, dan sebagainya)
  3. Protein Derivat (protein derivative).Merupakan ikatan antara (intermediate product) sebagal hasil hidrolisa parsial dari protein native, miisalnya albumosa, peptone dan sebagainya.
  • Berdasarkan sumbernya, protein dikiasifikasikan menjadi:
  1. Protein hewani,yaitu protein dalam bahan makanan yang berasal dan binatang, seperti protein dari daging, protein susu, dan sebagainya.
  2. Protein nabati adalah protein yang berasal dan bahan makanan turnbuhan, seperti protein dari jagung (zein), dan terigu, dan sebagainya.
  • Berdasarkan fungsi fisiologiknya, berhubungan dengañ daya dukungnya bagi pertumbuhan badan dan bagi pemeliharaan jaringan:
  1. Protein sempurna, bila protein ini sanggup mendukung pertumbuhan badan dan pemeliharaan jaringan.(telur, susu)
  2. Protein setengah sempurna, bila sanggup mendukung pememiharaan janingan, tetapi tidak dapat mendukung pertumbuhan badan.(daging, ikan)
  3. Protein tidak sempurna, bila sama sekali tidak sanggup menyokong pertumbuhan badan, maupun pemeliharaan jaringan.(kacang-kacangan, biji-bijian).
  • Berdasarkan bentuknya :
  1. Protein bentuk serabut, terdiri dari beberapa rantai peptida berbentuk spiral yang terjalin satu sama lain sehingga menyerupai batang yang kaku. Karakteristiknya adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi dan tahan terhadap enzim pencernaan.
  2. Protein globular, berbentuk bola, terdapat dalam cairan jaringan tubuh, larut dalam garam dan asam encer, mudah berubah di bawah pengaruh suhu konsentrasi garam dan mudah mengalami denaturasi.
  3. Protein konjugasi, protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahan nonasam amino(gugus prostetik). Contohnya nukleoprotein, lipoprotein, fosfoprotein, metaloprotein.
FUNGSI PROTEIN
  1. Pertumbuhan dan pemeliharaan.
  1. Pembentukan ikatan-ikatan esensial tubuh.
  1. Mengatur keseimbangan air.
  1. Memelihara netralitas tubuh.
  1. Pembentukan antibodi
  1. Mengangkut zat-zat gizi
  1. Sumber energi.

2.2.2 MIKRONUTRIENT
1.    VITAMIN
Vitamin adalah zat – zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh.
Perbedaan antara vitamin yang larut dalam lemak dan dalam air
Vitamin larut lemak
Vitamin larut air
Larut dalam lemak dan pelarut lemak
Larut dalam air
Kelebihan konsumsi dari yang dibutuhkan disimpan dalam tubuh.
Simpanan sebagai kelebihan kebutuhan sangat sedikit.
Dikeluarkan dalam jumlah kecil melalui empedu
Dikeluarkan melalui urin.
Gejala defisiensi berkembang lambat.
Gejala defisiensi sering terjadi dengan cepat.
Tidak selalu perlu ada dalam makanan sehari – hari.
Harus selalu ada dalam makanan sehari – hari.
Mempunyai precursor atau provitamin.
Umumnya tidak mempunyai precursor.
Hanya mengandung unsur C,H, dan O.
Selain C, H, dan O juga mengandung N, kadang – kadang S dan Co.
Diabsorpsi melalui system limfa.
Diabsorpsi melalui vena porta.
Hanya dibutuhkan oleh organisme kompleks.
Dibutuhkan oleh organisme sederhana dan kompleks.
Beberapa jenis bersifat toksik pada jumlah relative rendah (6 – 10 x KGA)
Bersifat toksik hanya pada dosis tinggi atau megadosis (> 10 x KGA)

VITAMIN YANG LARUT DALAM LEMAK
  1. Vitamin A
Vitamin A merupakan suatu kristal alcohol berwarna kuning dan larut dalam lemak atau pelarut lemak. Didalam tibuh, vitamin A berfungsi dalam beberapa bentuk ikatan kimia aktif, yaitu: retinol (bentuk alkohol), retinal (aldehida), dan asam retinoat (bentuk asam).
Ada dua jenis vitamin A yaitu vitamin A1 dan A2 yang disebut juga dehydro vitamin A.
Fungsi :
o   Penglihatan
     Vitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya remang.
o   Sebagai pertahanan tubuh
     Vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh pada manusia dan hewan. o Pertumbuhan dan perkembangan
     Vitamin A berpengaruh terhadap sintesis protein dan banyak dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan pembentukan sel epitel yang membentuk email dalam pertumbuhan gigi.
o   Reproduksi
o   Pencegahan kanker dan penyakit jantung
o   Berperan dalam pembentukan sel darah merah
  1. Vitamin D
Beberapa jenis vitamin D yang didapat dari hasil penyinaran beberapa jenis kolesterol dengan sinar ultraviolet:
·     Vitamin D1
·      Vitamin D2
·      Vitamin D3
·      Vitamin D4

Fungsi :
Fungsi umum vitamin D adalah membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama dengan vitamin A dan C, hormone – hormone paratiroid dan kalsitonin,protein kolagen serta mineral – mineral kalsium, fosfor, magnesium dan fluor.
Fungsi Khususnya adalah membantu pengerasan tulang dengan mengatur Ca dan P tersedia di dalam darah untuk diendapkan pada proses pengerasan tulang.
  1. Vitamin E (ALPHA TOCOPHEROL)
Ada empat jenis vitamin E yang terdapat dalam makanan dan bertindak sebagai antioksidan yaitu :
·        Vitamin E1
·         Vitamin E2
·         Vitamin E3
·         Vitamin E4
Yang membedakannya adalah jumlah dan posisi gugus metal pada struktur cincin.
Fungsi :
Fungsi utama vitamin E adalah sebagai yang antioksidan yang larut dalam lemak dan mudah memberikan hydrogen dari gugus hydroksil (OH) pada struktur cincin ke readikal bebas dan melindungi asam lemak tidak jenuh ganda dan komponen membrane sel lain dari oksidasi radikal bebas.
Fungsi lain vitamin E yang tidak berkaitan dengan antioksidan ialah fungsi structural dalam memelihara integritas membrane sel. Sintesis DNA. Merangsang reaksi kekebalan. Mencegah penyakit jantung koroner. Mencegah keguguran dan sterilisasi. Mencegah gangguan menstruasi
  1. Vitamin K
Vitamin K terdapat di alam dalam dua bentuk, keduanya terdiri atas cincin 2-metilnaftakinon. Vitamin K cukup tahan terhadap panas namun tidak tahan terhadap alkali dan cahaya.


Fungsi :
Fungsi vitamin K berperan dalam proses sintesis protrombin yang diperlukan dalam pembekuan darah, pentranspor electron dalam didalam proses redoks didalam jaringan. Merupakan kofaktor enzim karboksilase yang mengubah residu protein berupa asam glutamate (glu) menjadi gama – karboksiglutamat (gla).
VITAMIN LARUT AIR
  • Vitamin C
Beberapa turunan vitamin C digunakan sebagai antioksidan di dalam industri pangan untuk mencegah proses menjadi tengik, perubahan warna pada buah-buahan, dan untuk mengawetkan daging.
·         Vitamin B1 (tiamin)
Tiamin dibutuhkan untuk dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil KoA dan memungkinkan masuknya substrat yang dapat dioksidasi ke dalam siklus Krebs untuk pembentukan energi. Peranan utamanya adalah dalam metabolisme karbohidrat.
·         Vitamin B2 (riboflavin)
Ribovlavin terdapat luas dalam makanan hewani dan nabati, yaitu dalam susu, keju, hati, daging, dan sayuran hijau.
  • Niasin (asam nikotinat)
Nikotinamida berfungsi dalam tubuh sebagai bagian koenzim NAD dan NADP yang diperlukan dalam reaksi oksidasi-reduksi pada glikolisis, metabolisme protein, asam lemak, pernapasan sel dan detoksifikasi, di mana peranannya adalah melepas dan menerima atom hidrogen. NAD juga berfungsi dalam sintesis glikogen.
  • Biotin
Biotin berfungsi sebagai koenzim pada reaksi-reaksi yang menyangkut penambahan atau pengeluaran karbondioksida kepada atau dari senyawa aktif.
·         Asam Pantotenat
Sebagai bagian dari asetil KoA, asam pantotenat terlibat dalam berbagai reaksi yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat dan lipida, termasuk sintesis dan pemecahan asam lemak. Asam pantotenat terlibat pula dalam sintesis hormon steroid, kolesterol, fosfolipid dan porfirin yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.
·         Vitamin B6 (piridoksin, piridoksal, piridoksamin)
Piridoksin hidroklorida adalah bentuk sintetik yang digunakan sebagai obat. Dalam keadaan difosforilasi, vitamin B6 berperan sebagai koenzim berupa piridoksal fosfat (PLP) dan piridoksamin fosfat (PMP) dalam berbagai reaksi transaminasi.
·         Folat (asam folat, folasin, pteoril monoglutamat)
Folat terutama terdapat di dalam sayuran hijau, hati, daging tanpa lemak, serealia utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, dan jeruk. Bahan makanan yang tidak banyak mengandung folat adalah susu, telur, umbi-umbian, dan buah, kecuali jeruk.
  • Vitamin B12 (kobalamin)
Vitamin B12 diperlukan untuk mengubah folat menjadi bentuk aktif, dan dalam fungsi normal metabolisme semua sel, terutama sel-sel saluran cerna, sumsum tulang, dan jaringan saraf.

3.    MINERAL
Tubuh tidak mampu mensintesa mineral sehingga unsure-unsur ini harus disediakan lewat makanan (essensial).Diperlukan dalam jumlah sedikit sekali (trace element).
Mineral dan sumbernya:
- Kalsium (Ca)
- Besi (Fe)
- Iodium (I)

2.2    Hormon-hormon yang Mengatur Pencernaan
a.       Gastrin
Gastrin diproduksi di dinding lambung, distumulus untuk memproduksi makanan dalam lambung. Pengaruh hormon ini dalam mengatur pencernaan sebagai perangsang sekresi terus menerusmpada getah lambung.
b.      Enterogastron (sekretin)
Sekretin distimulus untuk produksi bubur makanan (chime) asam dalam duodenum. Pengaruh hormon ini dalam proses pencernaan yaitu merangsang pankreas untuk mengeluarkan bikarbonat, yang menetralkan bubur makanan (chime) asam dalam duodenum.
c.       Cholecytokinin (CCK)
Cholecytokinin (CCK) diproduksi di dinding duodenum. Distimulus untuk produksi asam amino atau asam lemak dalam chime. Pengaruhnya untuk merangsang pankreas mengeluarkan enzim pankreas ke dalam usus halus, merangsang kantung empedu untuk berkontraksi, yang mengeluarkan empedu dalam usus halus.
d.      Enterogastron
Tempat produksi dinding duodenum. Distimulus untuk produksi chime dalam duodenum. Pengaruhnya menghamba peristalsis (memperlambat) masuknya makanan dalam usus halus).












BAB III
KESIMPULAN

Setelah membahas sistem pencernaan makanan dan proses pemenuhan kebutuhan nutrisi sel beserta fungsinya kelompok kami menyimpulkan betapa pentingnya saluran pencernaan yang terhadap di dalam tubuh kita dan betapa pentingnya kita memenuhi asupan kebutuhan nutrisi kita terhadap energi yang akan kita dapat dan digunakan dalam aktifitas sehari-hari. Jagalahpola makan dan kesehatan saluran pencernaan kita sebaik mungkin.


DAFTAR PUSTAKA

Jati,wijaya. 2007. Aktif Biologi Pelajaran Biologi untuk SMA/MA. Ganeca Exact, Jakarta.
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. EGC, Jakarta.
Pearce, Evelyn. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. PT Gramedia, Jakarta.
Wikipedia. 2011. Faring. http://id.wikipedia.org/wiki/Faring. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:32.
Wikipedia. 2010. Mulut. http://id.wikipedia.org/wiki/Mulut. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:35.
Wikipedia. 2010. Esofagus. http://id.wikipedia.org/wiki/Esofagus. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:35.
Wikipedia. 2010. Lambung. http://id.wikipedia.org/wiki/Lambung. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:36.
Wikipedia. 2009. Usus halus. http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_halus. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:36.
Wikipedia. 2009. Usus besar. http://id.wikipedia.org/wiki/Usus_besar. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14:37.
Arobiansyah. 2008. Asuhan keperawatan kebutuhan nutrisi. http://athearobiansyah.blogspot.com/2008/03/asuhan-keperawatan-kebutuhan-nutrisi_25.html. Diakses pada tanggal 24Oktober 2011 pukul 14:51.

Junda. 2011. Konsep nutrisi dan anatomi sistem pencernaan. http://jundapakiringan.blogspot.com/2010/06/konsep-nutrisi-dan-anatomi-sistem.html. Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011 pukul 14.55

Tidak ada komentar:

Posting Komentar